Masyarakat  Jual Bibit Ikan Koi


Masyarakat  Jual Bibit Ikan Koi

Masyarakat  Jual Bibit Ikan Koi

Hampir sebagian besar masyarakat di Pacitan, kecewa dengan dinamika yang terjadi, pasca penutupan masa perpanjangan pendaftaran bakal Jual Bibit Ikan Koi, Senin (3/8). Pesta demokrasi yang mestinya bisa dilaksanakan serentak dipenghujung tahun nanti, kini  tinggal harapan. Syahwat politik masyarakat yang mestinya dapat disalurkan di bilik suara pada 9 Desember nanti, terpaksa harus ditunda lantaran tidak adanya pasangan calon lain yang mendaftar ke Jual Bibit Ikan Koi  (KPU) pada detik-detik terakhir atau injury time.

Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintahan di Pacitan terancam bakal kehilangan bupati devinitif sampai tahapan selanjutnya yang akan ditentukan pemerintah. ‎Sementara saat terjadi kekosongan, pemerintah akan mengutus pelaksana tugas (Jual Bibit Ikan Koi, hingga terpilihnya bupati dan wakil bupati devinitif pada tahapan pemilu kepala daerah yang akan ditentukan kemudian.

Fenomena itulah yang belakangan seakan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Jual Bibit Ikan Koi. Mereka merasa cemas, dinamika pembangunan akan stagnasi lantaran terbatasnya kewenangan seorang pelaksana tugas bupati. Namun persoalan tersebut, menurut H. Effendi Budi Wirawan (EBW), bakal calon wakil bupati besutan Koalisi Pacitan Bersatu yang batal mendaftar, dianggapnya sebagai sikap pobia yang terlampau berlebihan.

Karena itu, pria yang juga Ketua Jual Bibit Ikan Koi itu mengimbau kepada semua media agar tidak terlalu memberitaan atau memuat  komentar-komentar sepihak soal Plt bupati. “Gak ada yang dirugikan seandainya benar akan ada pelaksana tugas bupati,” katanya, saat ngobrol bareng wartawan, di Jual Bibit Ikan Koi, Jl. HOS. Cokroamintoto, Senin (3/8). Jual Bibit Ikan Koi, sebagaimana namanya, Plt bupati tentu akan melaksanakan tugas sebagai seorang bupati. Meski ada beberapa kewenangan yang dibatasi tapi kewenangan tersebut lebih bersifat kebijakan pada aparatur birokratif. Namun hal yang bersinggungan langsung dengan publik, seperti halnya APBD tetap berjalan sebagaimana mestinya.

‎”Kata siapa APBD akan mandeg lantaran hanya ada Plt bupati? APBD tetap jalan sebagaimana mestinya. Jadi jangan terlalu dibesar-besarkan sehingga publik akan ketakutan dengan kekosongan bupati devinitif,” pintanya. Sementara itu menurut Jual Bibit Ikan Koi sumber, kegamangan adanya Plt bupati, sejatinya lebih menghantui aparatur birokrasi sendiri. Terlebih aparatur yang secara terselubung terlibat menjadi tim sukses siluman dari pasangan calon, dengan harapan akan menduduki jabatan tertentu seandainya pasangan calon yang didukungnya lolos terpilih sebagai kepala daerah.

Sumber yang pernah bergabung disebuah NGO itu menambahkan, fenomena tersebut lebih dimaknai sebagai sikap kecemasan segelintir aparatur yang “haus jabatan” namun menopeng opini masyarakat. “Masyarakat yang dijadikan alat untuk menyuarakan aspirasi mereka. Padahal sejatinya, Jual Bibit Ikan Koi merekalah yang cemas seandainya harus ada Plt bupati. Harapan mereka untuk menduduki kursi jabatan harus tertunda bahkan lepas dengan mundurnya pelaksanaan pemilu kepala daerah.



Recent Comments