Khusus Untuk Jual Ikan Koi


Khusus Untuk Jual Ikan Koi

Khusus Untuk Jual Ikan Koi

Para pemuda ini terus mengunggah foto-foto mereka dengan owl kesayangan. Karena sama – sama berdomisili di Kediri, para pemuda ini akhirnya melakukan kopi darat dan membentuk sebuah komunitas tersendiri. Komunitas yang mereka bentuk Jual Ikan Koi bukan untuk melakukan jual beli owl. Namun lebih untuk berbagi pengalaman dan berbagi ilmu mengenai seluk beluk owl. Bagaimana cara memlihara, bagaimana cara merawat jika owl mereka mengalami sakit dan sebagainya.  Galuh dan sembilan pemuda lainnya ini kemudian berkumpul disebuah tempat untuk bercengkrama dan menambah keakraban. Terkadang mereka memanfaatkan Car Free Day (CFD) Jl Dhoho, Kota Kediri sebagai tempat berkumpul.  “Minggu (2/7) besok kami akan ngumpul di taman tirtoyoso bersama komunitas reptile lainnya,” ungkap Bautista.

Tinggal di kamar sederhana bersama dengan teman – temannya sesama pengemis di barak penampungan gelandangan dan pengemis di Kelurahan Semampir Kota Kediri, Wiji bersama suaminya, Agus Wanto (42), seorang kuli Jual Ikan Koi bangunan berjuang demi masa depan buah hatinya. Wiji dan Agus berharap, pemerintah bisa terus memberikan bantuan-bantuan kepada dirinya dan orang-orang senasib seperti dirinya. Terutama dalam hal pendidikan. “Harapannya biaya pendidikan bisa seluruhnya digratiskan. Agar yang tidak mampu seperti kami ini bisa terus menyekolahkan anak-anaknya,” pungkas keluarga tersebut.

Anaknya yang baru masuk di sebuah SMP di Kota Kediri diharapkan menjadi seorang anak yang sukses dan tidak bernasib sama dengan kedua orang tuanya. Wiji mengatakan, ia dan suaminya akan bekerja sekeras-kerasnya untuk terus menyelokahkan putri semata wayangnya agar  bisa sekolah setinggi-tingginya. “Kami akan berusaha supaya anak kami bisa sekolah dan sukses. Biar tidak seperti orang tuanya,” ujarnya saat ditemui Jual Ikan Koi, Jumat (31/7) sore. Wiji mengatakan, pekerjaan sebagai seorang pengemis memang bukan pekerjaan yang baik. Ia mengaku akan memilih pekerjaan lain apabila ada kesempatan. Keterbatasan pendidikan dan keetrampilan memaksa perempuan asli Kelurahan Semampir tersebut akhirnya terpaksa  mengemis. “Kalau ada lowongan pekerjaan, tentu saya mau kerja lainnya,” imbuhnya.

Pekerjaan suami yang juga hanya sebagai seorang kuli bangunan memang tidak akan bisa memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Apalagi, saat musim awal masuk sekolah saat ini. Wiji mengaku untuk keperluan sekolah, ia menghabiskan dana yang cukup banyak. Terutama untuk buku. Akan tetapi, sebanyak apapun biaya yang akan ia keluarkan untuk kebutuhan sekolah anaknya, ia dan suaminya akan Jual Ikan Koi mencukupinya, bagaimanapun caranya. “Yang banyak itu untuk beli buku. Tapi bagaimanapun harus bisa,” ujarnya. Jual Ikan Koi Beruntung pasangan suami istri yang berasal dari daerah yang sama ini sering mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Selain itu, keperluan pendidikan juga saat ini banyak yang ditanggung dan digratiskan. Akan tetapi, meski demikian, bukan berarti Wiji dan suaminya akan tetap menggantungkan diri dari bantuan-bantuan itu.



Recent Comments