Category: Masjid


Pohon Kelapa di Depan Masjid Pekanbaru Riau


Pohon Kelapa di Depan Masjid Pekanbaru Riau

Pohon Kelapa di Depan Masjid Pekanbaru Riau

Jalan-jalan sambil menikmati keindahan adalah keinginan setiap orang untuk mengistirahatkan otak yang setiap saat bekerja. Sesekali memang orang butuh akan yang namanya hiburan. Ada hiburan yang biayanya mahal ada juga yang murah meriah. Jalan-jalan merupakan hiburan yang murah meriah asalkan jalan kaki. Jalan-jalan tak harus keluar negeri. Dalam negeri pula ada tempat jalan-jalan yang bisa di bilang lebih bagus dari pada pemandangan luar negeri. Negeri Indonesia yang kaya akan keindahan alam patut disyukuri oleh setiap warga negaranya sendiri. Jalan-jalan di pagi hari atau sering di sebut jogging sudah memasyarakat di Indonesia. Sudah hampir setiap orang setiap pagi melakukan jalan santai di pagi hari. Bagi mereka yang sibuk bisa diganti dengan jalan kaki di atas mesin olahraga setiap saat atau bisa datang ke tempat fitness kapan saja. Seperti yang di alami bapak Joko. Beliau sangat sibuk akan pekerjaannya sebagai personalia sebuah pabrik ternama di Pekanbaru Riau. Beliau mencari hiburan hanya dengan jalan kaki mengelilingi komplek perumahannya. Pak Joko yang terbilang sibuk meyempatkan jalan kaki sebagi olahraga pada pagi-pagi buta sesudah menunaikan ibadah sholat subuh. Beliau jalan-jalan mengitari perkarangan masjid sesudah sholat subuh terlebih dahulu. Baru kemudian ia meninggalkan lokasi masjid untuk melanjutkan olahraganya.

Pada suatu hari minggu pak Joko harus bekerja untuk mengecek kesiapan acara pada hari senin. Beliau yang di beri tanggung jawab untuk menyukseskan acara pabrik besok hari senin tersebut. Sebelum berangkat bekerja pak Joko menyempatkan terlebih dahulu untuk jalan pagi. Seperti biasa beliau pagi berangkat ke masjid untuk melakukan sholat subuh berjama’ah. Kemudian beliau mengitari lokasi masjid untuk meregangkan otot yang kaku dengan perlahan-lahan sambil menikmati nyiur hijau kelapa melambai-lambai perlahan-lahan. Beliau sangat menikmati lambaian nyiur hijau di sana karena memang sudah menjadi tempat favorit pak Joko. Tepat di depan masjid berpuluh-puluh pohon kelapa sengaja di tanam. Selain untuk keindahan, hasil pohon kelapa ini nantinya dapat dijadikan sebagai penutup kebutuhan akan operasional masjid itu sendiri.

Pak Joko yang keasyikan akan mengelilingi kebun atau taman pohon kelapa ini sampai lupa waktu jika hari itu beliau harus pergi ke kantor. Tidak hanya pak Joko saja yang setiap hari minggu pagi berjalan di area tanaman pohon kelapa. Hampir semua jama’ah sholat subuh dan warga sekitar yang mengitari taman pohon kelapa depan masjid  ini. Jika boleh dibilang seperti tempat jogging favorit para masyarakat sekitar di pagi hari. Hal ini yang membuat pak Joko terlambat berangkat ke kantor. Selain keadaan taman yang ramai, tempat ini juga sangat sejuk, sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan pagi hari.

Perlengkapan Sholat di Masjid Pekanbaru Riau


Perlengkapan Sholat di Masjid Pekanbaru Riau

Perlengkapan Sholat di Masjid Pekanbaru Riau

Jika kita amati seseorang yang sedang perjalanan jauh akan mencari tempat istirahat sejenak. Entah itu hanya sekedar buang air kecil atau bisa jadi berhenti karena lapar. Setiap orang yang sedang melakukan perjalanan jauh pasti pernah merasakan ingin buang air kecil ketika masih dalam perjalanan. Tidak dapat dihindari jika merasakan seperti itu, ingin rasanya secepatnya mencari toilet umum untuk meringankannya. Toilet umum biasanya disediakan oleh tempat umum pula seperti pom bensin, masjid, dan tempat umum lainnya. Tersedianya toilet umum ini memang menyediakan bagi siapa saja yang menginginkan penggunaannya. Tetapi pengguna jalan sering menggunakan toilet umum pom bensin dan masjid terdekat. Karena kedua tempat ini tersedia di sepanjang jalan. Tidak perlu khawatir jika ingin buang air kecil cukup mampir di toilet umum ini. Untuk biaya juga tidak perlu dikhawatirkan karena biasanya hanya mengisi seiklasnya saja, jika tidak mengeluarkan biaya juga tidak apa-apa.

Seperti yang di alami oleh bapak Azam, beliau adalah seorang perantau. Beliau membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam untuk sampai kampung halamannya. Jika beliau ingin pulang kampung, beliau memilih naik sepeda motor saja. Katanya jika naik sepeda motor bisa berhenti kapan saja. selain itu beliau adalah orang yang tidak bisa tahan jika harus selama empat sampai lima jam harus menahan buang air kecil. Minumnya yang banyak membuat dia semakin sering ke kamar mandi untuk buang air kecil. Baginya berkendara sepeda motor adalah pekerjaan yang santai dalam perjalanan jauh dari rumah rantauan hingga kampung halamannya. Beliau pernah naik angkutan umum yang berupa bus agar sampai kampung halamannya akan tetapi beliau di tengah jalan harus berhenti karena beliau ingin buang air kecil. Sejak itu sudah tidak mau lagi naik angkutan umum jika tidak ada toilet di.dalamnya langsung. Beliau jika ingin mampir untuk buang air kecil tempat favoritnya adalah kamar mandi di masjid. Karena tempat itu nyaman baginya untuk sekedar buang air kecil.

Pada suatu ketika bapak Azam pulang ke kampung halamannya dengan keluarga. Beliau membawa semua perlengkapan untuk melakukan perjalanan ke kampung halamannya. Saat itu sudah tiga kali beliau berhenti di masjid sekitar jalan menuju kampung halamanannya. Waktu menunjukkan pukul tiga lebih empat puluh menit, sudah waktunya mereka menjalankan sholat ashar. Beliau beserta keluarga mencari tempat untuk sholat. Tak begitu jauh terlihat ada sebuah masjid megah di pinggir jalan. Mereka langsung mampir dan melaksanakan sholat ashar disana. Namun, ketika mau sholat mereka kebingungan karena tidak ada perlengkapan sholat seperti mukenah dan sarung karena memang waktu itu banyak orang yang sedang sholat dengan menggunakan perlengkapan yang disediakan dari masjid tersebut.



Recent Comments